Beritaharianbatam.com - di kutip dari halaman media media group singapore pada 21 oktober 2021 di kabar ka singapore ke habisa tenaga listrik info yang beredar ini di benar kan oleh pihak pemerinhan singapore.
Republik Singapura ialah sebuah negara pulau yang terletak di tepi hujung selatan Semenanjung Melayu, 137 kilometer di utara garisan Khatulistiwa, di Asia Tenggara. Ia terpisah dari Malaysia dengan Selat Johor di utara, dan Kepulauan Riau Indonesia dengan Selat Singapura di selatan.
Presiden Republik Singapura merupakan ketua negara yang dipilih oleh rakyat menerusi pilihan raya presiden sejak Ogos 1993. Sebelum ini, hanya Parlimen sahaja yang bertanggungjawab melantik Presiden. Presiden yang terpilih akan memegang jawatan selama enam tahun.
Singapura sering dianggap sebagai negara yang maju dan jauh lebih kaya dari tetangga-tetangganya di Asia Tenggara. Belakangan nasib Singapura sangat bergantung pada Indonesia. Mereka bahkan sampai terancam tanpa listrik dan gelap gulita!
Singapura sedang mengalami krisis energi yang sangat parah. Hal ini terjadi sebagai dampak dari berkurangnya pasokan gas global yang dikombinasikan dengan kenaikan harga gas. Nah, salah satu pemasok gas di negara berukuran mini itu adalah Indonesia.
Hal ini diungkap oleh Direktur Ekesekutif Center of Energy and Resources Indonesia (CERI) Yusri Usman. Menurutnya, khusus untuk pasokan gas lewat pipa, Singapura sangatlah bergantung pada Indonesia. Bahkan, Yusri membocorkan kalau setidaknya ada 4 kontrak ekspor gas dari Indonesia dengan jumlah pasokan yang sangat tinggi, yakni 700 juta standar kaki kubik setiap hari.
Singapore kini menjadi negara yang kekurangan sumber daya energi listri pasokan sumber daya tersebut sedang di bincang bincang dari mana akan di ambil.
Presiden singapore Halimah angkat bicara soal masalah yang beredar di media sosial ini media group yag menyatkan bahwa negara singa tersebut akan gelap gulita.
Benar negara ini emang sedang dalam kekurang sumber daya listrik namum kami sudah menyip langkah yang harus di buat untuk mengatasi masalah ini.
Pemerintah Singapura berencana untuk mulai mengimpor tenaga listrik dari negara sekitarnya.
Hal ini untuk menutup kemungkinan krisis energi dan defisit listrik yang terjadi di negara itu.
Nantinya Singapura akan mengimpor sebanyak 100 megawatt (MW) pasokan listrik dari pembangkit tenaga surya yang berlokasi di Pulau Bulan, Provinsi Kepulauan Riau. Ini akan dimulai pada 2024 mendatang.
"Uji coba ini memungkinkan kami untuk mempelajari dan meningkatkan sistem dan proses kami saat kami meningkatkan impor kami," kata Gan dalam pidatonya di acara Singapore International Energy Week sebagaimana dikutip Reuters, dikutip Selasa (26/10/2021).
"Kami juga akan mengimpor berbagai jenis energi rendah karbon dari berbagai belahan dunia untuk mendiversifikasi sumber kami dan meningkatkan keamanan energi."
Untuk tahapan teknis, nantinya konsorsium yang dipimpin oleh perusahaan pembangkit listrik Pacific Light Power akan menghubungkan pembangkit listrik tenaga surya di Pulau Bulan ke pembangkit listrik Pacific Light Power yang berada di Singapura.
Selain dengan RI, negara pusat keuangan Asia itu juga akan mengimpor listriknya dari Malaysia.
Kapasitas yang diimpor dari negara persekutuan itu juga mencapai 100MW.
Kondisi kelistrikan Singapura sendiri tidak dapat dilepaskan oleh Indonesia. Negara yang menggunakan gas sekitar 95% dalam penggunaan listriknya itu diketahui mendapatkan pasokan mayoritasnya, dari RI.
"Sekitar 60% pasokan gas mereka dari Indonesia," kata Komaidi Notonegoro, Direktur Eksekutif ReforMiner Institute ke CNBC Indonesia beberapa waktu lalu.
Pasokan ini pun beberapa pekan lalu sempat bermasalah. Otoritas energi Singapura EMA.
mengatakan bahwa permasalahan distribusi dari RI dan naiknya permintaan listrik membuat beberapa perusahaan penyedia layanan listrik di negara itu gulung tikar seperti Ohm Energy dan iSwitch.
"Ada juga pembatasan gas alam perpipaan dari West Natuna (RI) dan rendahnya gas yang dipasok dari Sumsel," ujar EMA dalam sebuah keterangan pada akhir pekan lalu.
"Beberapa mungkin merasa sulit untuk mempertahankan operasi mereka dan mungkin memilih untuk keluar dari pasar," tambah otoritas energi itu.
Dalam menjalankan rencana itu, negara kota itu menyebutkan bahwa Indonesia akan menjadi prioritas. RI menjadi salah satu negara yang akan mengirimkan listriknya ke sana.