Polda Kepri mengungkapkan pembina itu ternyata merupakan seorang polisi atas nama Aiptu ED.
"Yang bersangkutan (Aiptu ED) sebagai terlapor dalam laporan polisi," ujar Kabid Humas Polda Kepri Kombes Harry Goldenhardt saat dimintai konfirmasi, Kamis (9/12/2021).
Goldenhardt belum membeberkan lebih lanjut mengenai satuan hingga tempat dinas Aiptu ED.
Saat ini, Aiptu ED masih berstatus terperiksa.
Baca juga:
Penganiaya 5 Siswa SMK Penerbangan Batam Pakai Rantai Diduga Pembina
"Masih terperiksa," ucapnya.
Sementara itu, kata Goldenhardt, Bidang Propam Polda Kepri telah menangani kasus ini. Aiptu ED diproses Propam.
"Propam sudah melakukan proses pemeriksaan juga," imbuh Goldenhardt.
ebelumnya, polisi masih terus mendalami kasus dugaan kekerasan yang menimpa lima siswa di SMK Penerbangan Dirgantara Batam, Kepri. Dalam laporan, para siswa diduga dianiaya pembina sekolah.
"Yang melaporkan kemarin orang tuanya, itu karena si siswa masih di bawah umur.
ED juga mengatakan, dalam kasus ini masih dalam pengembangan jadi kami belum bisa memberikan secara rinci nya," ungkapnya
Yang dilaporkan sementara dari pembina sekolah, keterangan mereka," kata Kabid Humas Polda Kepri Kombes Goldenhardt, Kamis (25/11).
Goldenhardt memastikan Polda Kepri tak pandang bulu dalam mengusut kasus itu. Siswa yang diduga jadi korban kekerasan sudah didampingi psikolog dari Polda Kepri.
ED juga berkata," kami tak peduli siapa pun mereka dari mana asal mereka jika memang posisi nya salah dan bukti nya valid tetap kami proses secara hukum," tegasnya.
"Kalau proses penyidikan kita tidak mengenal siapa dia. Kalau kondisi siswa sekarang kita lakukan pendampingan dan konsultasi dengan psikiater-psikolog untuk pendampingan," katanya.
Sementara itu, pihak managemen SMK dirgantara belum bisa hadir untuk di panggil ke Polda Kepri namun secepat dia akan datang mungkin lagi sibuk.
SMK Dirgantara batam memang salah satu SMk yang sangat populer namun ada saja masalah abtara senioar dan junior nya di sekolah ini.