Ketika iblis tertipu daya oleh nabi yahya


Dalam kesempatan kali ini ARTICAL ILMU akan mencerita kan tentag nabi yahya yabg mengelaubui iblis.
Nabi yahya berkta pada ibliz wahai abu murah ibliz di panggil sebagai abu muroh, nama ibliz di tetap kan ketika  sang cipta yang di laknat allah ini tidak mau sujud dengan Adam, maka allah melakna ibliz dan memutus kan amal kebaikan sang ibliz nama nya pun di ganti menjadi ibliz.

Wahai abu muroh nabi yahya berkata " saya ingin bertanya kepada anda bisa kah anda menjawab 1 dari pertnya saya"? Ibliz pun menjawab "apa yang hendak engkau pertanya kan wahai nabi allah"

Bisa kah kamu melihat kan sosok atau wujud asli mu kepada saya, melihat pertnyaan nabi yahya  yang begitu susah untuk, ibliz berkata "engkau menanyakan yang begitu susah untuk ku jawab tapi aku tidak bisa menolak pertnyaan mu kerna kamu adalah nabi nya allah, baik lah nabi allah, saya meminta kepada anda kita bertemu besok siang dan saya mohon tidak ada 1 orang pun yang tau tentang ini tentang wujub asli saya.

Akhirnya keduanya bersepakat untuk bertemu pada esok hari disaat siang. Keesokan harinya pada saat yang ditentukan, iblis tiba-tiba muncul dan berdiri dihadapan Nabi Yahya. Ia melihat ketentuan Allah yang agung.

Tiba-tiba iblis tadi berubah bentuk menjadi mirip hewan yang buruk dan menakutkan. Bentuk fisiknya seperti babi, wajahnya seperti wajah kera, dan matanya memanjang sama seperti mulutnya. Ia tidak memiliki janggut, rambut kepalanya jarang dan mengarah ke atas. Ia memiliki empat tangan, dua tangan di bahu dan dua tangan lagi di keningnya. jari-jari tangannya ada enam. Hidungnya menghadap ke atas. Ia memiliki belalai, wajahnya mempunyai tengkuk. Kedua matanya kabur. Ia pincang, bongkok dan memiliki sayap.

Baju yg dipakainya berkerut dan robek. Diatasnya ada berhala orang majusi. Beberapa cangkir kecil mengantung di ikat pinggangnya. Lalu di sekitar bajunya ada enam jenis minuman dengan warna yang beraneka ragam, seperti putih, hitam, merah, kuning dan hijau. Ditangannya ada lonceng besar. Diatas kepalanya terdapat telur yang ditengahnya ada besi panjang.

Selanjutnya Nabi Yahya berkata, “Abu Murrah, jelaskan padaku tentang benda yang ada di atas bajumu, apa itu?

Iblis menjawab, “Benda ini menyerupai milik orang majusi. Aku yang membuat agama majusi dan aku memeluk agama tersebut.”

“Jelaskan padaku tentang cangkir kecil yang bergantung di ikat pingangmu bagian depan?”

“Wahai Nabi Allah, di dalamya ada berbagai syahwat dan jerat perangkapku, yang pertama-tama aku jadikan alat untuk menjerat orang mukmin adalah wanita.

Apabila dia tetap bisa taat kepada Allah, maka aku akan mendatanginya lewat pengumpulan harta haram agar dia tamak untuk mendapatkannya.

Apabila dia tetap taat kepada Allah dan hidup zuhud, aku akan mendatanginnya lewat minuman memabukkan sehingga aku bisa mendatangkan semua syahwat ini padanya. Saya memastikan ada sebagaian perangkap itu yang memperdaya orang mukmin, meski dia termasuk manusia paling wara.”

“Apa bentuk jerat tersebut?”

“Nabi Allah, jerat itu berupa berbagai bentuk asesoris dan perhiasan wanita. Salah satu dari aksesori dan perhiasan itu selalu mewarnai baju wanita sehingga sesuai dengan wanita yang memakainya. Para lelaki pun akan terpikat melihat perhiasan yang melekat pada wanita itu.”

“Lalu apa maksud lonceng yang ada di tanganmu itu?” Nabi Yahya semakin penasaran.

“Nabi Allah, ini adalah kumpulan sumber dari alat musik seperti kecapi, rebab, suling, gendang, rebana, dan berbagai jenis alat musik yang ada di tengah-tengah masyarakat. Mereka berkumpul di pesta kemaksiatan dengan membawa salah satu alat musik itu, lalu mereka bernyanyi, bersenang-senang dan memainkan musik. Setiap kali melihat hal itu, aku segera memainkan lonceng ini sehingga suaranya bercampur dengan suara musik mereka. Dengan begitu mereka bertambah senang dan bertambah semangat dalam bermusik. Ketika mendengarnya, ada diantara mereka yang mengeluarkan telunjuknya. Ada pula diantara mereka yang menghentakkan kepalanya dan ada pula yang bertepuk tangan. Ini terus menerus mereka lakukan sampai mereka puas.”

“Bagaimana dengan telur yg ada dikepalmu? Itu telur apa?”

“Jauhilah diriku dan perangkapku, seperti yang telah dijelaskan oleh para nabi, orang-orang saleh, para ahli ibadah, dan mereka yg wara anda harus menjaga diri dari godaanku seperti halnya kepalaku yang menjaga telur ini dari segala bencana.”

“Bencana apa itu?” tanya Nabi Yahya kepada iblis.

“Laknat dan kutukan.” jawab iblis.

Nabi Yahya kembali bertanya, “Kemudian apa besi panjang yang ada ditengahnya?”

“Besi panjang adalah alat yang aku pakai untuk membolak-balik hati orang saleh.”

Nabi Yahya berkata, “Tinggal satu lagi!”

“Apa itu?” Tanya iblis.

Nabi Yahya melanjutkan, “Mengapa bentukmu sangat buruk dan jelek?”

“Nabi Allah, ini karena nenek moyang anda, Adam. Tadinya aku dari golongan malaikat yang mulia. Aku tidak pernah mengangkat kepalaku dari sujud yang kulakukan selama empat ratus ribu tahun. Namun, aku melanggar perintah Tuhan dengan tidak bersujud kepada Adam. Allah pun murka kepadaku dan melaknatku. Aku pun berubah dari bentuk malaikat kepada bentuk setan. Padahal, tadinya di antara malaikat tidak ada yg rupanya lebih bagus dariku. Akupun menjadi buruk, menakutkan seperti yang anda lihat sekarang.”

“Apakah kamu pernah memperlihatkan dirimu dan perangkapmu ini kepada orang lain?

“Tidak pernah, demi tuhan, semua ini tidak pernah dilihat oleh manusia. Hanya anda satu-satunya yang aku muliakan dengan ini.”

Nabi Yahya pun berujar, “Sungguh beruntung aku jika kamu mau menjawab dua pertanyaanku, yang satu umum dan yang satu lagi bersifat khusus.”

“Tanyakanlah wahai Nabi Allah!”

Nabi Yahya bertanya, “Terangkanlah padaku sesuatu yang paling menjadi harapanmu, yang paling menguatkan punggungmu, yang paling menghibur juru tulismu, yang paling menyenangkan matamu, dan yang paling menggembirakan hatimu?”

Iblis menjawab, “Nabi Allah, aku khawatir anda menceritakan hal ini kepada orang lain sehingga mereka akan menjaga diri dari hal itu, dengan begitu smua tipu muslihatku akan gagal.”

Nabi Yahya berkata, “Dalam kitab suci, Allah telah menceritakan kondisimu berikut tipu muslihatmu kepada para nabi dan waliNya. Mereka pun telah menjaga diri dengan cara mereka. Sementara orang-orang yang sesat, kamu pasti lebih bisa menguasai mereka. Kamu dapat mempermainkan mereka seperti tongkat yang dipukulkan kepada bola. Keteranganmu kepada mereka tidak lebih diperhatikan dan dicamkan daripada ucapan Allah.”

Iblis kemudian menjelaskan, “Nabi Allah, hal yg paling aku harapkan dan paling menyenangkan diriku adalah wanita. Ia merupakan jerat, perangkap dan anak panah yg selalu tepat mengenai sasaran. Aku selalu berhasil dengan mereka. Aku berhasil menjatuhkan wanita dalam kebinasaan. ketika menggoda para ahli ibadah dan ulama, mereka bisa mengalahkanku. Lalu aku kirimkan pasukan untuk menyerang mereka, tetapi pasukan tersebut pun kalah.

Pada saat demikian aku ingat dengan wanita sehingga diriku menjadi tenang, amarahku menjadi reda, emosiku lenyap, jiwaku menjadi tenang dan kekuatanku menjadi bertambah. Seandainya wanita itu bukan dari keturunan adam, pasti aku akan bersujud kepada mereka. Mereka adalah maduku, jimat mereka ada padaku. Setiap mereka memiliki kebutuhan, maka aku berusaha membantu mereka untuk memenuhi kebutuhannya. Pasalnya mereka adalah harapanku, sandaranku, gantunganku, orang kepercayaanku dan pembantuku.”

Sekian cerita ini di sampai oleh pisat hostory islam jima ada yang salah mohon di mamfaat semoga artical ini berguna untuk kita semua. " aku bersaksi Tiada tuhan selain allah"